Nilai Edukatif Cerita Anak

Nilai edukatif yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak sebagai pondasi untuk mempersiapkan generasi yang kuat baik fisik maupun psikis, jasmani, dan rohani yang dapat dilakukan sejak anak masih dalam kandungan atau belum lahir.

Peristiwa tersebut membangunkan media massa (majalah) turut serta ambil bagian mendidik masyarakat diantaranya anak-anak remaja dan orang dewasa. Selain menampilkan berita, iklan, ramalan (zodiak) majalah juga menampilkan hiburan, artikel pendidikan agama yang memberi sentuhan-sentuhan nasihat-nasihat. Begitupun aplikasi-aplikasi zaman now yang turut menyeimbangkan perkembangan informasi yang mudah dan cepat. Orang tua dalam hal ini harus selectif untuk kebaikan generasi yang berkemajuan.

Pendidikan keluarga disebut pendidikan pertama dan utama serta merupakan peletak fondasi dari watak dan pendidikan setelahnya. Nilai edukatif orang tua terhadap anak dalam kandungan atau sebelum lahir merupakan awal mula berperannya pendidikan, dan dari situlah ibu berpengaruh terhadap pembentukan ciri-ciri khas sang anak dan air susunya menjadi minum bagi sang buah hati, ia menjadikan sakit karena anaknya sakit, dan menjadi gembira karena anaknya gembira menurut pendapat Waalidain (2010:58).

 

Guru; Pembuka Jendela Dunia Siswa

 

MEMAHAMI GLOBALISASI

Memahami globalisasi adalah salah satu tugas utama guru untuk membentengi anak didiknya dari dampak negatif budaya global. Perlu kita ketahui terlebih dahulu Glogalisasi itu apa?

Globalisasi bukan kata yang asing bukan? Kita telusur ke belakang dimana kita mengingat arti globalisasi dari pengetahuan lalu, kalau seingat saya kata globalisasi itu saya dapat waktu SD, yang ketika itu buku RPUL masih dicari-cari murid. Kalau sekarang saya yakin 70% siswa mencari berbagai informasi di internet. Itu perkiraan menurut zaman saya sekarang. Di mana anak sekolah dasar sudah memiliki smartphone. Kita balik lagi ke globalisasi. Globalisasi adalah nama dari revolusi dunia yang hampir menyentuh seluruh sendi kehidupan (ekonomi, teknologi, demografi, sosial, religius, dsb). Meminjam istilah Alvin Toffer dalam bukunya The Power Shift, menyatakan bahwa dunia saat ini sudah berada pada gelombang ketiga (the third wave), yaitu terjadi revolusi informasi secara eskalatif. Revolusi informasi sangat tersorot jelas dari penggunaan media informasi yang lebih canggih di era sekarang ini. Banyak informasi dapat diakses di dunia maya (internet). Anak SD, SMP, SMA/K, PT hingga masyarakat umum kini tidak asing lagi dengan internet yang berkembang sangat pesat. Penggunaan media sosial Facebook, email, twitter, WhattApp, BBM, Intagram, Youtobe, Telegaram, dll di zaman now yang perlu pengawasan dari dunia pendidikan, keluarga, dan diri sendiri yang utama. Agar penggunaan media informasi sekarang ini dapat digunakan dalam hal yang positif.

MEMBERIKAN PENILAIAN OBJEKTIF

Globalisasi sedang kita rasakan saat ini, perkembangan teknologi adalah salah satu buktinya. Bagaimana peran guru di sini, yakni memberikan penilaian objektif mengenai baik buruknya globalisasi, konstruktif dan destruktif, seta kiat-kiat mengambil manfaatnya secara maksimal dan menjauhkani kerusakannya yang dapat ditimbulkan. Guru harus menyeimbangkan cara pengajarannya dengan majunya teknologi sekarang ini. Bidang IPTEK memiliki banyak dampak positif dan negatif. Akses yang mudah memperoleh informasi melalui internet perlu pengawasan dari seorang guru, karena pada hakikatnya siswa belum dapat menerima sesuatu dengan tidak mendapat contoh nyatanya (dalam banyak konteks).

MENERAPKAN PRINSIP PROGRESIF DAN SELEKTIF

Guru sebagai pembuka jendela dunia murid-muridnya berkewajiban memberikan gambaran mengenai baik buruknya globalisasi sebagai pelecut semangat anak didik dalam menggali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal untuk mengejar cita-cita besarnya tampil sebagai pemain utama globalisasi.

Cara Mengatasi Catridge Printer Canon Ink Cartridge Cannot Be Recognized

Hari ini, saya jadi tahu cara mengatasi error pada ink cartridge.. Coba-coba saja memperbaiki sendiri sampai panik. wkwkwkwkkwk….. Masak baru beli catridge baru udah ada aja kendalanya, maklum buat ngeprint seabreek teman-teman. Pasti teman-teman juga pernah mengalami keluhan yang seperti saya, Ini nih trick saya waktu harus ngeprint tinggal 10 lembar malah error. Simak baik-baik yaa… terkhusus untuk PRINTER CANON MP230.

Berikut trick untuk ngakalin error tersebut, dan tidak harus membeli cartridge baru:

  • Buka cover printer
  • Cabut cartridge (yg bermasalah)
  • Tutup cover printer
  • Matikan printer dan cabut kabel power
  • Tunggu beberapa saat (kira-kira 5-10 menit)
  • Hidupkan printer dan langsung buka cover printer
  • Pasang cartridge tadi
  • Matikan printer dan cabut kabel power
  • Hidupkan kembali
  • Jalankan test print

Jika masih bermasalah coba trick yg ke 2,..

  • Hidupkan printer
  • Ganti cartridge yg bermasalah dengan cartridge yg masih bagus (pinjem punya teman aja dlu)\
  • Matikan printer dan cabut kabel power
  • Tunggu beberapa saat (kira-kira 5-10 menit)
  • Hidupkan printer dan langsung buka cover printer
  • Ganti cartridge yg bagus  dengan cartridge yg bermasalah
  • Matikan printer dan cabut kabel power
  • Hidupkan kembali,
  • Jalankan test print
  • Apa??? ,..masih error?,..tenang masih ada trick terakhir,..
  • Beli cartridge baru lalu pasangkan ke printer anda ^_^V
  • Jalankan test print

Nah itu dia trik khususnya, intinya cabut kabel power printer. Hidupkan Printer lagi trus di tekan reset terus sampai tanda warning lampu hilang.

Kalau masih error berarti Anda harus pergi ke ahli printer (service) dan kemungkinan jika catridge Anda sudah lama maka Anda harus membeli yang baru.

Semoga bermanfaat kawan. (^-^)

 

RPP Bahasa Indonesia di SMA N 1 Ampel

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMA N 1 Ampel
Kelas/Semester : X/1
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Topik : Teks Anekdot
Jumlah Pertemuan : 3 x pertemuan (6 x 45menit)

I. Kompetensi Inti

  1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
  2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
  3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menetapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
  4. Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

II. Kompetensi Dasar

1.1 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya
sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa.

2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan
bahasa Indonesia untuk membuat anekdot, mengenai permasalahan sosial, lingkungan,
dan kebijakan publik.

3.1 Memahami struktur dan kaidah teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur
kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan maupun tulisan.

Indikator :

3.1.1. Memberikan contoh teks anekdot

3.1.2 Mengidentifikasi struktur teks anekdot

3.1.3 Mengidentifikasi unsur kebahasaan teks anekdot

4.1 Menginterpretasi makna teks anekdot, laporan teks hasil observasi, prosedur kompleks,
dan negosiasi berdasarkan kaidah-kaidah teks baik melaluai lisan maupun tulisan.

Indikator :

4.1.1 Menjawab Pertanyaan atau titik-titik kalimat yang rumpang yang berkaitan dengan
teks anekdot.

4.1.2 Menyusun kembali dengan benar teks anekdot

III. Tujuan Pembelajaran

  1. Selama dan setelah proses pembelajaran siswa dapat mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana memahami informasi lisan maupun tulisan.
  2. Siswa diberikan contoh teks anekdot, untuk disaksikan bersama di kelas melalui video.
  3. Setelah siswa melihat video yang ditampilkan, siswa akan mulai mengidentifikasikan struktur anekdot yang telah dilihat.
  4. Setelah siswa dapat mengidentifikasikan, siswa selanjutnya diberikan tugas untuk mengidentifikasikan unsur kebahasaan yang terdapat dalam teks anekdot tersebut.
  5. Setelah siswa dapat mengidentifikasi struktur cerita pendek dan unsur kebahasaan, siswa dapat menjawab pertanyaan yang disajikan dalam lembar kerja siswa yaitu mengisi titik-titik yang rumpang yang berkaitan dengan teks anekdot tersebut.
  6. Setelah siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disajikan, siswa akan mampu membedakan struktur teks anekdot dengan teks yang lain.

Continue reading

RESUME PENGEMBANGAN E-LEARNING DENGAN SCHOOLOGY Pada e-Journal Edutech Universitas Pendidikan Ganesha

PENGEMBANGAN E-LEARNING DENGAN SCHOOLOGY PADA
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SISWA KELAS
X SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SMA N 4
SINGARAJA

 

          Selamat malam kawan-kawan semester 5 yang sedang bertugas untuk tugas resume ini.hehe… Share ya untuk pengunjung website ini. semoga bermanfaat dan terima kasih sudah mengunjungi. 🙂 E-Learning di Indonesia merupakan suatu teknologi pembelajaran yang relatif baru. Jika pembelajaran dilaksanakan selalu bertatap muka maka penyampaian ilmu untuk peserta didik akan mengalami keterlambatan. oleh sebab itu untuk menanggulangi hal tersebut perlu diberlakukan pembelajaran yang memanfaatkan e-Learning atau LMS agar tidak terjadi keterlambatan dalam penyampaian materi. LMS yang dipakai saat ini sudah banyak jenisnya salah satunya adalah Schoology. Schoology merupakan salah satu LMS berbentuk web sosial yang menawarkan pembelajaran sama seperti di dalam kelas secara percuma (gratis) dan mudah digunakan seperti media sosial Facebook. Di samping itu, di Schoology terdapat fitur-fitur yang mempermudah dalam pengelolaan pembelajaran dan hasil-hasilnya, seperti pembuatan tugas-tugas, kuis, monitoring kegiatan peserta didik, serta berbagai fasilitas untuk mendukung aktivitas sosial dan kerjasama. Continue reading

KONSEP DAN IMPLEMENTASI E-LEARNING

KONSEP DAN IMPLEMENTASI E-LEARNING
(Studi Kasus Pengembangan E-Learning di SMA N 1 Sentolo Yogyakarta)

          Posting hari ini adalah megenai konsep dan pelaksanaan E-Learning, Posting ini merupakan resume atas tugas yang diberikan oleh dosen Pembelajaran Teknik Informatika dan Komunikasi. Upaya pengembangan e-Learning di SMA N 1 Sentolo yang berhasil dilaksanakan pada bulan April 2009. Pembahasan utama dalam reseme ini meliputi latar belakang dan perkembangan e-Learning, tinjauan konseptual tentang e-Learning, ICT untuk mendukung proses pembelajaran, studi kasus pengembangan e-Learning menggunakan MOODLE, serta aspek yang terkait dengan pengembangan e-Learning.

PENDAHULUAN
Saat ini e-Learning sudah banyak diterima oleh masyarakat dunia, terbukti dengan maraknya implementasi e-Learning di lembaga pendidikan (sekolah, training dan universitas) maupun industri (Cisco System, IBM, HP, Oracle, dan lainya). E-Learning merupakan suatu jenis sistem pembelajaran yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain. E-Learning adalah proses learning (pembelajaran) menggunakan/memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT) sebagai tools yang dapat tersedia kapanpun dan di manapun dibutuhkan, sehingga dapat mengatasi kendala ruang dan waktu. E-Learning memberikan harapan baru sebagai alternatif solusi atas sebagian besar permasalahan pendidikan di Indonesia, dengan fungsi yang dapat disesuikan dengan kebutuhan, baik sebagai suplemen (tambahan), komplemen (pelengkap), ataupun substitusi (pengganti) atas kegiatan pembelajaran di dalam kelas yang selama ini digunakan (http://blog.unila.ac.id/, diakses tanggal: 10 Mei 2009). Untuk menerapkan e-Learning, minimal ada tiga komponen pembentuk e-Learning, yaitu:
1. Infrastruktur e-Learning
2. Sistem dan aplikasi e-Learning
3. Konten e-Learning
Mengiringi tren perkembangan dan kebutuhan e-Learning yang pesat maka diperlukan adanya sebuah standard yang berlaku umum. Untuk itu, beberapa lembaga telah melakukan upaya pengembangan standard untuk penerapan e-Learning, yaitu:
1.Airline Industry CBT Committee (AICC), dengan fokus standar pada pelatihan penerbangan, seperti tes, pelajaran, modul, dan lainya.
2. EDUCAUSE Institutional Management System Project (IMS), sebuah grup vendor yang
bekerja membangun standar untuk pekerjaan di AICC (www.imsglobal.org)
3. Advanced Distributed Learning (ADL), diinisiasi oleh pemerintah federal USA yang bekerja untuk mengembangkan SCORM.
4. Alliance of Remote Institutional Authoring and Distribution Network for Europe (ARIADNE), sebuah asosiasi industri yang memfokuskan pada isu-isu untuk standarisasi e-Learning.
5. IEEE Learning Technology Standards Committee (IEEE LTSC), merupakan standar
akreditasi di USA.
6. ISO/IEC JTC1 SC36 (ITLET), merupakan standar ICT untuk pembelajaran, pendidikan, dan pelatihan
7. Advanced Learning Infrastructure Consortium (ALIC), merupakan konsorsium di Jepang
untuk mempromosikan teknologi dan infrastruktur e-Learning.
8. e-Learning Consortium Japan (eLC), merupakan perusahan (vendor/user) yang berkerja untuk mempromosikan bisnis dan teknologi e-Learning di Jepang. Continue reading

Modul Bahasa Indonesia

Mengajukan Saran Perbaikan Tentang Informasi yang Disampaikan Secara Langsung dan Mempresentasikan Proposal

Standar Kompetensi
Memahami saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung dan mempresentasikan proposal.

Kompetensi Dasar
1.1. Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung
1.2. Mempresentasikan program kegiatan/proposal

Standar Capaian
Standar capaian merupakan penjabaran dari tujuan pembelajaran. Standar capaian dalam dalam materi ini yakni.
1.1. Peserta didik diharapkan dapat mengajukan saran perbaikan kepada pembicara.
1.2. Peserta didik diharapkan dapat mengemukakan program kegiatan/proposal secara rinci untuk mendapatkan tanggapan.

A. Mengajukan Saran Perbaikan tentang Informasi yang Disampaikan secara Langsung dan Mempresentasikan Proposal
1. Pengertian Informasi
Pada dasarnya, informasi berisi suatu peristiwa atau suatu hal. Menurut maknanya, informasi dapat diartikan uraian keterangan tentang sesuatu (objek/peristiwa/masalah) yang disampaikan kepada seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan agar mengetahui atau memahaminya. Sementara itu, dalam pengertian luas, informasi dapat diartikan sebagai pemberitahuan, penyampaian pengumuman, pemberian penyuluhan, pemberian pengarahan, penyajian laporan, atau sekedar penyampaian berita.
Senada dengan hal tersebut, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) informasi berarti penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita sesuatu, keseluruhan makna yang menunjang amanat yang terlihat dibagian amanat-amanat itu. Dengan demikian informasi dapat diartikan sebagai keterangan/pemberitahuan/pesan tentang sesuatu yang perlu diketahui orang lain.
Adapun syarat penyampaian sesuatu dalam bentuk informasi adalah mengandung unsur kebaruan (aktual), bermanfaat untuk kepentingan umum atau kepentingan kemanusiaan (human interest), berupa pengetahuan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bertujuan untuk menambah pengetahuan atau pengalaman orang ain (knowledge), dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara keilmuan melalui pembuktian di lapangan (valid), serta tidak mengandung pengecualian sehingga mengakibatkan kesalahan yang merugikan (slide effect).

Continue reading

Tugas Linguistik dari Drs. Agus Budi Wahyudi, M.Hum.

Linguistik Umum

Judul               : Pengantar Linguistik Umum

Pengarang       : Drs. Suhardi, M.Pd.

Penerbit           : Ar-Ruzz Media

Tahun Terbit    : 2013

Tempat Terbit  : Yogyakarta

 

Linguistik merupakan ilmu yang berkaitan dengan bahasa atau dapat disebut sebagai induk ilmu bahasa,seperti fonologi, morfologi, sintaksis,dan semantik.
pengertian linguistik umum yaitu “ilmu yang membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan bahasa secara umum”.

Jadi linguistik itu mempelajari tidak hanya satu bahasa namun semua bahasa, bahasa tidak hanya bahasa indonesia,bahasa inggris ataupun bahasa daerah(bahasa jawa),bahasa secara umum yaitu bahasa yang kita gunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari dan bahasa merupakan alat interaksi sosial manusia yang mencakup tentang fonologi(bunyi bahasa), morfologi(bentuk kata), sintaksis(kalimatnya), dan semantik(makna katanya).

LANDASAN PENDIDIKAN

LANDASAN PENDIDIKAN

  1. Pengertian Landasan Penddikan

Secara leksikal,  landasan berarti tumpuan, dasar  atau alas, karena

itu landasan merupakan tempat bertumpu atau titik tolak atau dasar

pijakan. Titik tolak  atau dasar pijakan ini dapat bersifat material

(contoh: landasan pesawat terbang); dapat pula bersifat konseptual

(contoh: landasan pendidikan). Landasan yang bersifat koseptual

identik dengan  asumsi,    adapun asumsi dapat dibedakan menjadi

tiga macam asumsi, yaitu  aksioma, postulat  dan  premis

tersembunyi.

Pendidikan antara lain dapat dipahami dari dua sudut pandang,

pertama dari sudut praktek sehingga kita mengenal istilah praktek

pendidikan, dan kedua dari sudut studi sehingga kita kenal istilah

studi pendidikan.

Praktek pendidikan  adalah kegiatan seseorang atau sekelompok

  • orang  atau lembaga dalam membantu individu atau sekelompok
  • orang untuk mencapai tujuan pedidikan. Kegiatan bantuan dalam

praktek pendidikan dapat berupa pengelolaan pendidikan (makro

maupun mikro), dan dapat berupa kegiatan pendidikan (bimbingan,

pengajaran dan atau latihan).

Studi pendidikan adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang

dalam rangka memahami pendidikan.
Continue reading

Edit photo dengan Photoshop

Cara Edit Foto Dengan Photoshop – Masih berbicara tentang Adobe Photoshop dan bagaimana cara mengedit foto dengan Photoshop, kalau kita membahas “cara” berarti kita membahas, bagaimana untuk mengolah gambar digital agar terlihat lebih menarik dari foto aslinya, nah… disini pembahasan nya bisa menjadi panjang. Menarik menurut Saya belum tentu menarik menurut Anda, atau pun Menarik menurut teman di sebelah Anda, Selera masing-masing yang melihat hasil akhir sebuah Olahan Gambar Digital yang akan menentukan nya.

Apa yang harus di Pahami Pertama Kali.

Tool Tool Dasar Photoshop serta kegunaan nya, sebuah Pokok terpenting yang harus di pahami pertama kali, ibarat Orang yang ingin Belajar mengendarai Sepeda Motor, harus sudah benar benar tahu gas dan kegunaan nya, Rem juga fungsi dari Rem itu sendiri, Fungsi Kopling dan cara menggunakan nya, begitu pula mempelajari Adobe Photoshop, yang “njelimet” kalau kata Orang yang baru akan memulai Belajar Photoshop. Seperti Sepeda Motor, 3 Hal Terpenting yang harus kita Pahami sebelum Belajar Mengemudikan Sepeda Motor, Pertama Gas, Kemudian Rem, lalu Kopling, Photoshop pun dapat kita bagi menjadi 3 Tool dasar yang harus di Pahami, Pertama Tool Seleksi, Kemudian Tool Retouch lalu Tool Drawing Continue reading